
SIDOARJO — Suasana kebersamaan dan semangat pelestarian budaya terlihat dalam pelaksanaan kirab serta pagelaran seni Bantengan di Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, pada 9 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti dan disaksikan masyarakat tersebut berlangsung aman, lancar, serta tertib hingga seluruh rangkaian acara berakhir.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sejumlah unsur masyarakat dan aparat kewilayahan turut hadir di lokasi. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif, mengingat kegiatan seni budaya biasanya menarik perhatian warga dalam jumlah cukup banyak.
Pemuda Pancasila (PP) PAC Tulangan turut mengambil bagian dalam mendukung ketertiban selama kegiatan. Jajaran tersebut dipimpin Ketua PP PAC Tulangan, Subakir, bersama Dan Provos Pemuda Pancasila, Muhammad Salim S. Jhono, serta anggota lainnya.
Selain Pemuda Pancasila, kegiatan juga mendapat dukungan dari sejumlah unsur lainnya, seperti GRIB Jaya, Linmas, Satpol PP, Banser, serta elemen terkait. Danramil bersama jajaran Koramil dan personel Polsek Tulangan juga hadir untuk mendukung pengamanan kegiatan masyarakat.
Koordinasi di antara berbagai unsur dilakukan selama berlangsungnya kirab dan pagelaran. Pengawasan terhadap situasi di sekitar lokasi dilakukan dengan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat agar warga dapat menyaksikan pertunjukan tanpa mengganggu jalannya kegiatan seni budaya.
Kesenian Bantengan sendiri merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di sejumlah daerah di Jawa Timur. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan serta menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi kepada generasi muda.
Pelaksanaan kegiatan di Grabagan memperlihatkan adanya keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemeliharaan ketertiban masyarakat. Pelaku seni dapat menampilkan kreativitasnya, sementara masyarakat dapat menikmati pertunjukan dalam suasana yang nyaman.
Keterlibatan organisasi kemasyarakatan, aparat kewilayahan, unsur pemerintahan, pelaku seni, dan masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya kondisi tersebut.
Masing-masing unsur menjalankan perannya dengan mengedepankan komunikasi dan koordinasi selama kegiatan berlangsung.
Hingga seluruh rangkaian kirab dan pagelaran selesai, situasi di lokasi dilaporkan tetap aman, lancar, dan tertib. Tidak terdapat informasi mengenai gangguan keamanan yang berarti selama kegiatan berlangsung.
Momentum tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keberadaan seni budaya lokal. Keberlanjutan kegiatan semacam ini juga dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal, menyaksikan, dan turut menjaga kesenian tradisional agar tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.
Dengan berakhirnya kegiatan dalam kondisi kondusif, sinergi antara masyarakat, pelaku seni, organisasi kemasyarakatan, Koramil, Polsek Tulangan, unsur pemerintahan, serta elemen lainnya diharapkan terus terpelihara.
Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan seni dan budaya, agar dapat terlaksana dengan aman, nyaman, dan tertib sekaligus tetap menjaga nilai-nilai tradisi lokal di Kabupaten Sidoarjo.













